Sebagian besar bisnis berjuang untuk akurasi inventaris 100% tetapi puas dengan 90%. Mereka mengangkat bahu dan menyebutnya "cukup baik". Tetapi dalam dunia dengan margin rendah, kesenjangan 10% itu bukan hanya angka di spreadsheet—itu mahal.
Ketidakakuratan adalah pajak diam-diam pada bisnis Anda. Ini mengikis kepercayaan pelanggan, menggelembungkan biaya tenaga kerja, dan mengundang kantor pajak untuk melihat lebih dekat. Inilah tagihan sebenarnya yang Anda bayar untuk data yang berantakan.
1. Biaya Kehilangan Pelanggan
Bayangkan ini: Sistem Anda mengatakan Anda memiliki 5 widget. Seorang pelanggan memesan 5. Anda pergi ke rak... dan hanya ada 3.
Sekarang Anda harus melakukan "panggilan telepon yang canggung". Anda meminta maaf. Anda menawarkan pengembalian dana. Tapi kerusakan sudah terjadi. Studi menunjukkan bahwa pelanggan menghukum kehabisan stok—mereka tidak hanya membatalkan pesanan; mereka beralih ke pesaing. Dan mereka memberi tahu teman-teman mereka.
2. Biaya Tenaga Kerja yang Terbuang
Waktu adalah aset termahal di gudang Anda. Stok yang tidak akurat mengubah pemetik menjadi detektif. Alih-alih memetik dan mengepak, mereka berkeliaran di lorong, memeriksa di belakang kotak, dan bertanya kepada manajer apakah mereka "melihat palet yang hilang".
Setiap menit yang dihabiskan untuk mencari barang hantu adalah menit tidak mengirim barang nyata. Itu membunuh efisiensi dan moral.
3. Hukuman Pajak
Inventaris adalah uang. Jika catatan Anda salah, pengajuan pajak Anda salah.
Jika Anda pikir Anda memiliki lebih banyak stok daripada yang sebenarnya Anda miliki, Harga Pokok Penjualan (HPP) Anda terlalu rendah, keuntungan Anda terlihat tinggi secara artifisial, dan Anda membayar pajak atas pendapatan hantu.
Jika Anda melaporkan inventaris kurang untuk menurunkan pajak tanpa bukti, Anda memicu tanda bahaya. Audit pajak menghabiskan jauh lebih banyak waktu dan biaya hukum daripada biaya pengambilan stok yang tepat.
4. Kabut Peramalan
Anda tidak dapat merencanakan ke mana Anda pergi jika Anda tidak tahu di mana Anda berada. Jika data stok Anda buruk, perkiraan pembelian Anda adalah sampah.
Anda akhirnya memesan ulang barang yang sudah Anda miliki (menciptakan kelebihan stok) atau gagal memesan ulang barang yang sudah habis (menciptakan kehabisan stok). Ini adalah lingkaran setan yang mengikat arus kas pada produk yang salah.
Solusinya: Berhenti Menebak
Satu-satunya cara untuk menghentikan kebocoran ini adalah berhenti menebak. Beralih dari penghitungan tahunan ke penghitungan siklus mingguan. Gunakan pemindaian barcode untuk menghilangkan kesalahan manusia. Akurasi bukanlah kemewahan; itu adalah fondasi bisnis yang menguntungkan.